Tergerak untuk membantu sebagian anggota masyarakat tidak mampu, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian Masjid Al-Mubarok membentuk suatu dapur umum yang kemudian dikenal dengan nama “YAYASAN AMAL MULIA”. yang kemudian diresmikan pada tanggal 7 Desember 1981 oleh BKKS DKI, Dinas Sosial DKI, Kanwil Departemen Sosial dan Aparat Pemerintah setempat.

Adapun secara kronologis, sejarah Yayasan Amal Mulia dapat diuraikan sebagai berikut:

1973 Pendataan orang-orang kurang mampu, LANSIA/Lanjut Usia oleh Ibu-Ibu yang bergabung dalam kelompok pengajian Cipulir dan sekitarnya.
1975 Penyantunan untuk lansia 15 orangJenis bantuan:

  • Makan 4x perminggu
  • Pengobatan

Anak kurang mampu, yatim, piatu, dan yatim-piatu kurang lebih 10 orang di Non-Panti Asuhan (tinggal di rumah sendiri)

Jenis Bantuan:

  • Makan 4x seminggu
  • Uang sekolah
  • Perlengkapan sekolah
  • Pengobatan

Sumber dana:

  • Swadaya Ibu-Ibu pengajian dan masyarakat sekitar.
1981 Pengesahan kegiatan sosial menjadi Yayasan(berbadan hukum), yang kemudian dinamakan Yayasan Amal Mulia, oleh Notaris R. Santoso

  • Jumlah pengurus: 20 orang

Penyantunan LANSIA, yang selanjutnya disebut PUSAKA XI (Pusat Santunan Keluarga XI)

  • Jumlah: 50 orang
  • Jenis bantuan:
    • Makan 6x perminggu,
    • Pengobatan,
    • Rekreasi anak kurang mampu, yatim, piatu, dan yatim-piatu

Non-Panti Asuhan (NPA):

  • Jumlah: 50 anak
  • Jenis Penyantunan:
    • Makan 2x perminggu
    • Uang sekolah
    • Perlengkapan sekolah
    • Pengobatan, dan
    • Rekreasi
  • Sumber dana:
    • Swadaya (pengurus dan masyarakat / Donatur)
1982 Pembangunan Kantor Sekretarial 2 lantai (terbuat dari kayu)

  • Sumber dana:
    • Swadaya (Pengurus dan masyarakat / Donatur)
1982-1985 Mendapat bantuan untuk PUSAKA XI dari Yayasan Dharmais:

  • Makan 6x seminggu, pengobatan,) untuk 50 orang
  • Jumlah anak kurang mampu, yatim, piatu, dan yatim piatu yang disantuni 150 orang (NPA)
  • Jumlah anak yang tinggal di Yayasan (Panti) adalah 10 anak
1984/1985 Membeli tanak dan bangunan 200 meter persegi (digunakan untuk Panti Asuhan) dengan kapasitas 30 anak
1986 Bantuan dana untuk PUSAKA XI dihentikan, karena Yayasan Dharmais hanya membantu PUSAKA yang menyediakan tempat tinggal untuk LANSIA yang disantuninya..
1989/1990 Mendapat bantuan dari Help The Aged Rp 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah) untuk membangun Panti Asuhan, dengan kapasitas: 75 anak serta Petirahan Jompo berkapasitas 15 orang di tanah yang dibeli tahun 1984/1985 (200 meter), serta renovasi dari bangan yang telah ada sebelumnya (Ruang Sekretariat, Ruang Belajar SLB, Ruang Makan, Ruang Serba Guna, dan lain-lain).Mendirikan embrio PUSAKA 42, jumlah anggota 50 orang; dan PUSAKA 28, dengan jumlah anggota 45 orang di wilayah Jakarta Selatan

  • Jenis Bantuan (kurang lebih 2 tahun):
    • Pemberian dana untuk kesehatan
    • Pemberian dana untuk makan
    • Pemberian bantuan administrasi
    • Pelatihan untuk tenaga pelaksana
    • Dan lain-lain
1990 Setelah bangunan siap, Yayasan Amal Mulia menambah beberapa jenis kegiatan sosial, antara lain:

  • SLB
  • Petirahan Jompo
  • Penambahan kapasitas Panti Asuhan Putra/Putri
  • Balita Rawan Gizi, dan
  • Remaja Putus Sekolah.
1996 Mendirikan embrio NPA dan LANSIA di Citayam, Bogor, Jawa Barat

  • Jumlah:
    • Anak: 100 anak
    • LANSIA: 100 orang
  • Jenis bantuan:
  1. NPA:
    • Uang sekolah
    • Perlengkapan sekolah
    • Kesehatan
  2. LANSIA:
    • Kesehatan
    • Makanan
    • Dan lain-lain.

LANSIA kurang mampu di sekitar Yayasan Amal Mulia mendapat perawatan medis Fisioterapi secara cuma-cuma

1997 Mendirikan embrio untuk PUSAKA 50

  • Jumlah: 70 orang
  • Lokasi: Jakarta Selatan
  • Jenis Bantuan:
    • Pemberian dana untuk kesehatan
    • Pemberian dana untuk makan
    • Pemberian bantuan administrasi
    • Pelatihan untuk tenaga pelaksana
    • Dan lain-lain

Mendirikan embrio Panti Asuhan dan PUSAKA Al-Husna (Pondok Ranji, Jakarta Selatan)

  • Jumlah:
    1. Anak: 72 anak
    2. LANSIA: 72 orang.
  • Jenis bantuan:
    1. Panti Asuhan:
      • Uang sekolah
      • Perlengkapan sekolah
      • Kesehatan
      • Makanan, dan
      • Rekreasi
    2. LANSIA:
      • Kesehatan
      • Makanan
      • Dan lain-lain
1998 Selama krisis ekonomi melanda Indonesia (1998-Juli 1999), Yayasan Amal Mulia mengadakan Bakti Sosial, berupa pembagian:

  • Sembako (Sembilan Bahan Pokok)
  • Uang Rp 5.000,00

di beberapa tempat, antara lain:

  1. Pandeglang:
    • 2 kali kegiatan, dengan masing-masing kegiatan: 200 paket
  2. Karawang:
    • 2 kali kegiatan, dengan masing-masing kegiatan: 100 paket
  3. Semarang:
    • 100 paket
  4. Kuningan Jawa Barat:
    • 2 kali kegiatan, dengan masing-masing kegiatan: 100 paket
  5. Cigudeg-Leuwiliang, Bogor:
    • 2 kali kegiatan, dengan masing-masing kegiatan: 100 paket
  6. Cinangka:
    • 2 kali kegiatan, dengan masing-masing kegiatan: 50 paket

Total: 1.200 paket

Mendirikan embrio NPA, LANSIA, dan TPA di Kuningan, Jawa Barat

  • Jumlah:
    • NPA: 30 Anak
    • LANSIA: 50 Orang
    • TPA: 250 orang, Beaya gratis.

Mendirikan Embrio NPA dan LANSIA di Cinangka

  • Jumlah:
    • NPA: 25 Anak
    • LANSIA: 30 Orang
  • Jenis bantuan:
    • NPA:
      • Uang Sekolah
      • Perlengkapan sekolah
      • Kesehatan
      • Pemberian paket Sembako 2 kali sebulan:
        • Beras 5 Kg
        • Mie Instant 10 bungkus
    • LANSIA:
      • Kesehatan
      • Paket Sembako 2 kali sebulan:
        • Beras 5 Kg
        • Mie Instant 10 bungkus, dan
        • Uang Rp 5.000,00

Catatan

  • Semua biaya untuk embrio yang baru didirikan sepenuhnya mendapat bantuan dana dan prasarana dari Yayasan Amal Mulia, yang dihimpun dari para Donatur.
  • Bantuan akan diberhentikan ketika embrio dianggap telah mampu untuk mandiri